Jumat, 29 Mei 2015

Bekerja dengan tim




BEKERJA DENGAN TIM UNTUK MENCAPAI PROGRAM SEKOLAH  YANG  TERENCANA

Oleh : Indra, S.Pd


Semua orang sepakat bahwa pendidikan adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam memajukan peradapan suatu bangsa, semua bidang kehidupan sangat begantung pada sektor pendidikan dan hampir semua pakar mengatakan bahwa baik buruknya  pendidikan akan menetukan bidang –bidang yang lain seperti bidang Ekonomi, Politik, Sosial dan lain-lainya.
Sudah dipastikan mustahil mencapai  sebuah kemajuan dibidang manapun tanpa adanya pendidikan. Pendidikan merupakan modal dasar sesorang dalam menjalani kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara.
Dengan mengharapakan pendidikan yang yang berkualitas semua komponen yang berhubungan dengan pendidikan menjadi sorotan dan sasaran untuk ditingkatkan kualitas dan mutunya, mulai dari Kurikulum, Tenaga pendidik ( guru ) dan lembaga pendidikan mulai dari Sekolah, Dinas pendidkan sampai pada Departemen Pendidikan atau kementripendidikan yang berada di pusat.
Dan tulisan ini hanya fokus pada komponen Sekolah, penting bagi kita untuk menganlisa apa yang dilakukan sekolah dalam menentukan peningkatan kualitas. Sekolah sebagai tempat belajar mengajar dan kegiatan Administrasi pendidikan memang merupakan ujung tombak bagi kemajuan pendidikan formal di Indonesia, untuk itulah sekolah senantiasa menyiapkan diri  dalam mencapai peningkatan kualitas yang dimaksud diatas.
Sekolah adalah sebuah Tim
Dilihat dari pengertianya yang dikutip dari  adityapratiwi8.blogspot,  Tim adalah kumpulan atau suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengoordinasi kerja mereka untuk mencapai tujuan tertentu. dilihat dari pengertian ini sekolah adalah merupakan sebuah TIM, jika sekumpulan orang di dalamnya dapat berinteraksi satu sama lain dan terkoordinasi untuk mencapai sebuah tujuan. Sebuah Sekolah mau dijadikan  tim tentu harus memenuhi dua ketentuan tersebut yakni adanya kerjasama anggota yang merupakan bagian dari interaksi dan mempunyai tujuan tim yang jelas.
Sekolah yang  di dalam nya terdapat  Kurikulum, Kepala Sekolah, Program Sekolah, para Guru, Tenaga Tata Usaha, dan Para Siswa merupakan sebuah tim yang kompenen – kompenen tersebut di atas satu sama lain saling berhubungan. Sekolah hendaknya menjadi TIM yang efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Wandi. S. Barata dan Pius M.Sumaktoyo yang di ambil dari buku     “Mencapai Sasaran  Melalui Kerja Sama Tim” yang merupakan alih bahasa dari buku  “Achieving goals trough team work”  Mengungkapkan ciri – ciri Tim evektif sebagai berikut:
1.       Kumpulan orang yang bekerja bersama dengan tujuan tertentu, demi mencapai sasaran – sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota Tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan untuk kerja.
2.       Setiap anggota Tim atau Kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta masing – masing individu memiliki peran yang berbeda.
3.       Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebencian individu.
4.       Para anggota dan pemimpinan Tim bersedia berbagi ilmu, pengetahuan, informasi dan keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama. Dalam hal ini tidak terjadi penonjolan Pribadi.
5.       Apabila terjadi perbedaan pendapat mereka akan duduk bersaman dan memecahkan permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan memecahkan masalah secara terbuka.
6.       Pembagian dan pendelegasian tanggung jawab dengan orang – orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerjasama.
7.       Berbagi saran untuk memperbaiki kinerja organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota yang lain.
8.       Seluruh anggota tim tidak ragu – ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara menantang.
Karena sekolah juga merupakan sebuah tim, maka tim itu tentu akan diupayakan dibangun sehingga menjadi TIM yang Evektif. Sebagai ujung tombak bagi kemajuan pendidikan, sekolah mempunyai peran dalam menentukan kemajuan pendidikan dituntut Kualitasnya, sekolah yang berkualitas dengan Tim Efektif dapat menjadi sarana tempat belajar yang nyaman dan terjamin bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam membentuk tim yang Efektif di Sekolah memang bayak ditemui masalah – masalah penghambat yang sangat Kompleks dan berat, serta  memerlukan  kesadaran dari semua  komponen yang ada pada Tim tersebut untuk memperbaikinya, faktor paling mendasar untuk menujang kerja pada sebuah tim adalah adanya kerjasama.

Menentukan Tujuan Untuk Merumuskan Program
Kerjasama untuk mencapai tujuan sudah barang tentu hal yang pertama yang harus dilakukan dalam sebuah tim, kemudian dari tujuan tersebut lebih spesifik di tuang kedalam program-program yang disepakati bersama pada musyawarah anggota, dan bukan pemaksaan kehendak dari salah satu anggotanya. Agar tujuan bisa di capai dengan efektif maka program – program sekolah yang dirumuskan tersebut tentu tidak boleh menyimpang dari Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan, dan  disebutkan dalam Undang – undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35  sebagai berikut “Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, Kompetensi Lulusan, Tenaga pendidikan, Sarana dan Prasarana, pengelolaan dan pembiayaan” .
Adapun penjabaran Standar Nasional Pendidikan yang dapat dijadikan acuan penyususnan program Sekolah yang penulis kutip dari buku “Perangkat Akreditasi SD/MI” yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional tahun 2009 adalah sebagai berikut.
1.       Standard Isi
Standard isi adalah standar yang menyangkut kurikulum, adapun yang dapat diprogramkan sekolah yang berkaitan dengan Standar isi adalah menyiapkan waktu dan pengakomodiran semua guru dalam pembuatan program tahunan dan program semester, silabus yang sesuai dengan Kurikulum yang ditetapkan pemerintah, menyusun kurikulum Lokal ( MULOK ), Menentukan KKM, Pembagian Tugas, menetapkan jadwal pelajaran dan lain – lain
2.       Standar Proses
Standard Proses, standard menyakut proses kegiatan pembelajaran, yang meliputi: pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian pembelajaran, Supervisi dan standard proseses lainnya.
3.       Standard Kompetensi Lulusan
Standard Kompetensi Lulusan adalah standar dimana sekolah menyiapkan Lulusan yang berkualitas, berahlak mulia, dan dapat berguna bagi lingkungannya
4.       Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Pemenuhan Standar berikut ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah untuk itu pada standard ini tidak dapat diprogramkan oleh sekolah, pada standard Pendidik dan tenaga kependidikan ini adalah menyediakan tenaga di sekolah yang kewenagannya ada pada pemerintah. Kalaupun ada yang berhubungan dengan sekolah pada standard ini adalah yang menyangkut peningkatan kompetensi pendidik itu sendiri dan programnya dapat  berupa menghadirkan narasumber kesekolah untuk memberikan pembekalan yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi tersebut
5.       Standard sarana dan prasarana
Pada standard ini program sekolah ditujukan pada pemenuhan sarana yang memadai dan terpelihara dengan baik.
6.       Standar Pengelolaan
Standard Pengelolaan sebenar muara dari pemenuhan standar yang lain, maksud dari pengololaan adalah penggelolaan yang dilakukan oleh semua anggota TIM, menentukan Visi dan Misi yang jelas, ada program – program yang mengarah pada peningkatan dan perbaikan. Standard pengelolalaan ini  akan sangat berdampak terhadap peningkatan hasil belajar.
 Dengan tersusunnya Visi, Misi dan program sekolah secara baik merupakan langkah awal untuk mecapai perbaikan, apalagi jika dapat merealisasikan program tersebut maka dapat dianggab sekolah telak maksimal dalam melaksanakan standard pengelolaan.
7.       Standar pembiayaan
Berkenaan dengan standard pembiayaan, sekolah memprogramkan rencana penggunaan keuangan yang dapat  berupa merincikan sumber keuangan sekolah dan membuat perencanaan penggunaannya dengan transparan dan akuntabel.
8.       Standard penilaian pendidikan
Upaya sekolah dapat memprogramkan penyusunan penilaian yang mana kegiatan penilaian ini merupakan tugas utama guru sebagai bagian komponen yang ada di sekolah. Hasil dari penilaian dapat digunakan untuk acuan peningkatan kualitas pembelajaran, maka penting untuk disusun kedalam program sekolah.

Dari penjabaran delapan standard pendidikan nasional di atas dapat dikatakan secara garis besar program sekolah di susun untuk :
-          Pelaksanaan Kurikulum
-          Pencapaian kompetensi lulusan
-          Ketersediaan sarana dan prasarana
-          Pengelolaan Administrasi dan penggunaan dana
Selain yang tersebut di atas, mungkin juga bisa di tambah dalam bentuk upaya sekolah mewujudkan sekolah sehat serta bersih dan lain  sebagainya.
                Namun perlu diingat bahwa sebelum sekolah menentukan program –programnya, sekolah terlebih dahulu menyusun rencana kerja yang disebut RKS ( Rencan Kerja Sekolah ).   Dan untuk penyusunan Rencana  Kerja Sekolah ada tahap yang mesti dilakukan sebagaiman disebutkan dalam buku “Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah”  bahwa  ada lima tahap untuk penyusunan RKS sebagai berikut :
1.       Menetapkan Kondisi Sekolah.
Bentuknya dapat berupa Evaluasi Diri Sekolah ( EDS ), membandingkan hasil Evaluasi Diri Sekolah dengan Acuan Standar Sektolah, serta merumuskan tantangan prioritas Sekolah.
2.       Menetapkan kondisi sekolah yang diharapkan
Pada tahap ini yang dilakukan adalah :
a.       Merumuskan visi dan misi sekolah
b.      Merumuskan  Tujuan Sekolah
c.       Merumuskan Sasaran dan indicator kinerja
3.       Menyusun Program dan Kegiatan
a.       Merumuskan Program dan menetapkan penanggung jawab Program.
b.      Merumuskan kegiatan, indikator kegiatan, dan jadwal kegiatan
4.       Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah  :
a.       Membuat Rencana Biaya Program
b.      Membuat Rencana Pendanaan Program
c.       Menyesuaikan Rencana biaya dengan sumber pendanaan
5.       Merumuskan Rencana Tahunan Sekolah dan rencana kegiatan serta angaran sekolah yang meliputi  :
a.       Merumuskan Program / kegiatan strategis
b.      Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler
c.       Membuat Jadwal Rencana Kegiatan Tahunan Sekolah.

Memaksimalkan Kerja Tim
                Setelah berhasil menentukan tujuan melalui program – program yang disusun secara bersama – sama maka selanjutnya adalah memaksimalkan kerja Tim, upaya memaksimalkan kerja tim dapat dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas,Pembagian tugas yang jelas akan mempermudah dalam pembinaan dan pertanggung jawaban.
Karena  sudah memang tugasnya maupun setelah adanya pembagian kerja masing- masing pada sebuah sekolah setiap komponen telah memiliki tugas masing – masing, misalnya sebagi kepala sekolah, wakil kepala sekola bidang kurikulum, bidang kesiswaan, wali kelas, bendahara, pembimbing ekstrakurikuler dan lain sebagainya.  Pembagian tugas artinya bukan kerja masing – masing melainkan saling melengkapi antara anggota yang satu dengan yang lain. 
Untuk memaksimalkan kerja tim diperlukan faktor – faktor  pendukung yang di antaranya adalah:
1.       Adanya pemberian kepercayaan dan saling percaya dari pimpinan tim maupun sesama anggota tim. Anggota yang diberikan kepercayaan tidak mengabaikan dan menyalah gunakan kepercayan tersebut.
2.       Adanya semangat dan saling menyemangati sesama anggota tim dalam bekerja.
3.       Saling memberi saran dalam ketentuan tetap saling menghormati.
4.       Pemecahkan masalah dilakukan dengan baik.

Serta sudah barang tentu sebuah Tim tidak bisa dikelola dengan prilaku; sok kuasa, otoriter, egoisme, lemahnya semangat kerja dan kurang percaya diri. Tidak mudah memang untuk  mewujudkan semua itu. Pertanyaannya sekarang apakah sekolah disekeliling kita sudah banyak yang mantap pada programnya dan maksimal pengelolaan Timnya? Untuk menjawabnya tentu perlu penelitian lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar