BEKERJA DENGAN TIM UNTUK MENCAPAI PROGRAM SEKOLAH YANG TERENCANA
Oleh : Indra, S.Pd
Semua
orang sepakat bahwa pendidikan adalah salah satu unsur yang sangat penting
dalam memajukan peradapan suatu bangsa, semua bidang kehidupan sangat begantung
pada sektor pendidikan dan hampir semua pakar mengatakan bahwa baik buruknya pendidikan akan menetukan bidang –bidang yang
lain seperti bidang Ekonomi, Politik, Sosial dan lain-lainya.
Sudah
dipastikan mustahil mencapai sebuah
kemajuan dibidang manapun tanpa adanya pendidikan. Pendidikan merupakan modal
dasar sesorang dalam menjalani kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara.
Dengan
mengharapakan pendidikan yang yang berkualitas semua komponen yang berhubungan
dengan pendidikan menjadi sorotan dan sasaran untuk ditingkatkan kualitas dan
mutunya, mulai dari Kurikulum, Tenaga pendidik ( guru ) dan lembaga pendidikan
mulai dari Sekolah, Dinas pendidkan sampai pada Departemen Pendidikan atau
kementripendidikan yang berada di pusat.
Dan
tulisan ini hanya fokus pada komponen Sekolah, penting bagi kita untuk
menganlisa apa yang dilakukan sekolah dalam menentukan peningkatan kualitas. Sekolah
sebagai tempat belajar mengajar dan kegiatan Administrasi pendidikan memang
merupakan ujung tombak bagi kemajuan pendidikan formal di Indonesia, untuk
itulah sekolah senantiasa menyiapkan diri dalam mencapai peningkatan kualitas yang
dimaksud diatas.
Sekolah adalah sebuah Tim
Dilihat dari pengertianya
yang dikutip dari adityapratiwi8.blogspot, Tim adalah kumpulan atau suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengoordinasi kerja mereka untuk mencapai tujuan tertentu. dilihat dari pengertian ini
sekolah adalah merupakan sebuah TIM, jika sekumpulan orang di dalamnya dapat
berinteraksi satu sama lain dan terkoordinasi untuk mencapai sebuah tujuan.
Sebuah Sekolah mau dijadikan tim tentu
harus memenuhi dua ketentuan tersebut yakni adanya kerjasama anggota yang
merupakan bagian dari interaksi dan mempunyai tujuan tim yang jelas.
Sekolah yang di dalam nya terdapat Kurikulum, Kepala Sekolah, Program Sekolah,
para Guru, Tenaga Tata Usaha, dan Para Siswa merupakan sebuah tim yang kompenen
– kompenen tersebut di atas satu sama lain saling berhubungan. Sekolah
hendaknya menjadi TIM yang efektif
sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Wandi. S. Barata dan Pius
M.Sumaktoyo yang di ambil dari buku “Mencapai Sasaran Melalui Kerja Sama Tim” yang merupakan
alih bahasa dari buku “Achieving goals
trough team work” Mengungkapkan ciri –
ciri Tim evektif sebagai berikut:
1.
Kumpulan orang yang bekerja bersama dengan
tujuan tertentu, demi mencapai sasaran – sasaran yang jelas dengan diketahui
oleh semua anggota Tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri
serta mengutamakan untuk kerja.
2.
Setiap anggota Tim atau Kelompok bersedia
menerima berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta masing – masing
individu memiliki peran yang berbeda.
3.
Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif
tanpa melibatkan kebencian individu.
4.
Para anggota dan pemimpinan Tim bersedia berbagi
ilmu, pengetahuan, informasi dan keterampilan agar seluruh tim memiliki
kemampuan yang sama. Dalam hal ini tidak terjadi penonjolan Pribadi.
5.
Apabila terjadi perbedaan pendapat mereka akan
duduk bersaman dan memecahkan permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan
memecahkan masalah secara terbuka.
6.
Pembagian dan pendelegasian tanggung jawab
dengan orang – orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka
kerjasama.
7.
Berbagi saran untuk memperbaiki kinerja
organisasi diterima dengan baik, walaupun berasal dari anggota yang lain.
8.
Seluruh anggota tim tidak ragu – ragu mengambil
inisiatif dan tindakan yang diperlukan, tanpa merasa cemas akan suara
menantang.
Karena sekolah juga merupakan sebuah tim, maka tim itu tentu akan diupayakan
dibangun sehingga menjadi TIM yang Evektif. Sebagai ujung tombak bagi kemajuan pendidikan, sekolah
mempunyai peran dalam
menentukan kemajuan pendidikan dituntut Kualitasnya, sekolah yang berkualitas dengan Tim Efektif dapat menjadi sarana tempat belajar
yang nyaman dan terjamin bagi
peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam membentuk tim yang
Efektif di Sekolah memang bayak ditemui masalah – masalah penghambat yang
sangat Kompleks dan berat, serta
memerlukan kesadaran dari semua komponen yang ada pada Tim tersebut untuk
memperbaikinya, faktor paling mendasar untuk menujang kerja pada sebuah
tim adalah adanya kerjasama.
Menentukan Tujuan Untuk Merumuskan Program
Kerjasama untuk mencapai tujuan sudah barang tentu hal yang pertama yang
harus dilakukan dalam sebuah tim, kemudian dari tujuan tersebut lebih spesifik
di tuang kedalam program-program yang disepakati bersama pada musyawarah
anggota, dan bukan pemaksaan kehendak dari salah satu anggotanya. Agar tujuan
bisa di capai dengan efektif maka program – program sekolah yang dirumuskan
tersebut tentu tidak boleh menyimpang dari Standar Nasional Pendidikan yang
telah ditetapkan, dan disebutkan dalam
Undang – undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 sebagai berikut “Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, Kompetensi
Lulusan, Tenaga pendidikan, Sarana dan Prasarana, pengelolaan dan pembiayaan”
.
Adapun penjabaran Standar Nasional Pendidikan yang dapat dijadikan acuan
penyususnan program Sekolah yang penulis kutip dari buku “Perangkat Akreditasi
SD/MI” yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional tahun 2009 adalah sebagai
berikut.
1.
Standard Isi
Standard isi adalah standar yang menyangkut kurikulum, adapun yang dapat
diprogramkan sekolah yang berkaitan dengan Standar isi adalah menyiapkan waktu
dan pengakomodiran semua guru dalam pembuatan program tahunan dan program
semester, silabus yang sesuai dengan Kurikulum yang ditetapkan pemerintah,
menyusun kurikulum Lokal ( MULOK ), Menentukan KKM, Pembagian Tugas, menetapkan
jadwal pelajaran dan lain – lain
2.
Standar Proses
Standard Proses, standard menyakut proses kegiatan pembelajaran, yang
meliputi: pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian
pembelajaran, Supervisi dan standard proseses lainnya.
3. Standard
Kompetensi Lulusan
Standard
Kompetensi Lulusan adalah standar dimana sekolah menyiapkan Lulusan yang
berkualitas, berahlak mulia, dan dapat berguna bagi lingkungannya
4. Standar
Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Pemenuhan Standar
berikut ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah untuk itu pada
standard ini tidak dapat diprogramkan oleh sekolah, pada standard Pendidik dan
tenaga kependidikan ini adalah menyediakan tenaga di sekolah yang kewenagannya
ada pada pemerintah. Kalaupun ada yang berhubungan dengan sekolah pada standard
ini adalah yang menyangkut peningkatan kompetensi pendidik itu sendiri dan
programnya dapat berupa menghadirkan
narasumber kesekolah untuk memberikan pembekalan yang berhubungan dengan
peningkatan kompetensi tersebut
5. Standard
sarana dan prasarana
Pada standard
ini program sekolah ditujukan pada pemenuhan sarana yang memadai dan
terpelihara dengan baik.
6. Standar
Pengelolaan
Standard
Pengelolaan sebenar muara dari pemenuhan standar yang lain, maksud dari
pengololaan adalah penggelolaan yang dilakukan oleh semua anggota TIM, menentukan
Visi dan Misi yang jelas, ada program – program yang mengarah pada peningkatan
dan perbaikan. Standard pengelolalaan ini
akan sangat berdampak terhadap peningkatan hasil belajar.
Dengan tersusunnya Visi, Misi dan
program sekolah secara baik merupakan langkah awal untuk mecapai perbaikan,
apalagi jika dapat merealisasikan program tersebut maka dapat dianggab sekolah
telak maksimal dalam melaksanakan standard pengelolaan.
7. Standar
pembiayaan
Berkenaan
dengan standard pembiayaan, sekolah memprogramkan rencana penggunaan keuangan
yang dapat berupa merincikan sumber
keuangan sekolah dan membuat perencanaan penggunaannya dengan transparan dan
akuntabel.
8. Standard
penilaian pendidikan
Upaya sekolah
dapat memprogramkan penyusunan penilaian yang mana kegiatan penilaian ini
merupakan tugas utama guru sebagai bagian komponen yang ada di sekolah. Hasil
dari penilaian dapat digunakan untuk acuan peningkatan kualitas pembelajaran,
maka penting untuk disusun kedalam program sekolah.
Dari penjabaran
delapan standard pendidikan nasional di atas dapat dikatakan secara garis besar
program sekolah di susun untuk :
-
Pelaksanaan Kurikulum
-
Pencapaian kompetensi lulusan
-
Ketersediaan sarana dan prasarana
-
Pengelolaan Administrasi dan penggunaan dana
Selain yang tersebut di atas,
mungkin juga bisa di tambah dalam bentuk upaya sekolah mewujudkan sekolah sehat
serta bersih dan lain sebagainya.
Namun
perlu diingat bahwa sebelum sekolah menentukan program –programnya, sekolah
terlebih dahulu menyusun rencana kerja yang disebut RKS ( Rencan Kerja Sekolah
). Dan untuk penyusunan Rencana Kerja Sekolah ada tahap yang mesti dilakukan
sebagaiman disebutkan dalam buku “Peningkatan
Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah” bahwa
ada lima tahap untuk penyusunan RKS sebagai berikut :
1. Menetapkan
Kondisi Sekolah.
Bentuknya dapat
berupa Evaluasi Diri Sekolah ( EDS ), membandingkan hasil Evaluasi Diri Sekolah
dengan Acuan Standar Sektolah, serta merumuskan tantangan prioritas Sekolah.
2. Menetapkan
kondisi sekolah yang diharapkan
Pada
tahap ini yang dilakukan adalah :
a.
Merumuskan visi dan misi sekolah
b.
Merumuskan
Tujuan Sekolah
c.
Merumuskan Sasaran dan indicator kinerja
3.
Menyusun Program dan Kegiatan
a.
Merumuskan Program dan menetapkan penanggung
jawab Program.
b.
Merumuskan kegiatan, indikator kegiatan, dan
jadwal kegiatan
4.
Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah :
a.
Membuat Rencana Biaya Program
b.
Membuat Rencana Pendanaan Program
c.
Menyesuaikan Rencana biaya dengan sumber
pendanaan
5.
Merumuskan Rencana Tahunan Sekolah dan rencana
kegiatan serta angaran sekolah yang meliputi
:
a.
Merumuskan Program / kegiatan strategis
b.
Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler
c.
Membuat Jadwal Rencana Kegiatan Tahunan Sekolah.
Memaksimalkan Kerja Tim
Setelah berhasil menentukan tujuan
melalui program – program yang disusun secara bersama – sama maka selanjutnya
adalah memaksimalkan kerja Tim, upaya memaksimalkan kerja tim dapat dilakukan
dengan pembagian tugas yang jelas,Pembagian tugas yang jelas akan mempermudah
dalam pembinaan dan pertanggung jawaban.
Karena sudah memang tugasnya maupun setelah adanya
pembagian kerja masing- masing pada sebuah sekolah setiap komponen telah
memiliki tugas masing – masing, misalnya sebagi kepala sekolah, wakil kepala
sekola bidang kurikulum, bidang kesiswaan, wali kelas, bendahara, pembimbing
ekstrakurikuler dan lain sebagainya. Pembagian
tugas artinya bukan kerja masing – masing melainkan saling melengkapi antara
anggota yang satu dengan yang lain.
Untuk
memaksimalkan kerja tim diperlukan faktor – faktor pendukung yang di antaranya adalah:
1. Adanya
pemberian kepercayaan dan saling percaya dari pimpinan tim maupun sesama
anggota tim. Anggota yang diberikan kepercayaan tidak mengabaikan dan menyalah
gunakan kepercayan tersebut.
2. Adanya
semangat dan saling menyemangati sesama anggota tim dalam bekerja.
3.
Saling memberi saran dalam ketentuan tetap
saling menghormati.
4.
Pemecahkan masalah dilakukan dengan baik.
Serta sudah barang tentu sebuah Tim tidak
bisa dikelola dengan prilaku; sok kuasa, otoriter, egoisme, lemahnya semangat
kerja dan kurang percaya diri. Tidak mudah memang untuk mewujudkan semua itu. Pertanyaannya sekarang
apakah sekolah disekeliling kita sudah banyak yang mantap pada programnya dan
maksimal pengelolaan Timnya? Untuk menjawabnya tentu perlu penelitian lebih
lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar