Senin, 02 November 2015
Selasa, 27 Oktober 2015
Memperingati Hari sumpah pemuda
Hari Sumpah Pemuda
Sejarah bangsa Indonesia mencatat, bahwa para pemudalah yang ikut andil dalam menggerakan perjuangan bangsa agar terbebas dari segala bentuk penjajahan, kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. dengan mempersatukan semangat kedaerahan waktu itu sebut saja pemuda - pemuda di masa itu salah satunya adalah Mohammad Yamin.
Dalam Kongres Pemuda II, Yamin memiliki peran penting. Di hadapan ribuan pemuda dari pelbagai daerah, ia berpidato pemberi semangat perjuangan. Tak cuma itu, Yamin juga ikut dalam rapat marathon yang digelar Sabtu sore hingga Ahad malam, 27-28 Oktober 1928. Ia ikut urun rembuk bersama utusan dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan lainnya.
Dari hasil diskusi itu, para pemuda sepakat untuk mencetuskan Ikrar pamuda. Yamin-lah yang bertugas meramu rumusannya. “Rancangan sumpah itu ditulis Yamin sewaktu Mr Sunario berpidato di sesi terakhir kongres,” tulis Majalah Tempo edisi 2 November 2008 dalam artikel "Secarik Kertas untuk Indonesia". “Dalam kongres, Yamin menjabat sebagai sekretaris.”
Tak perlu lama bagi Yamin untuk menumpahkan buah pikirannya. Belum lagi Mr Sunario selesai berpidato, rumusan ikrar sudah diselesaikan Yamin. Ia pun serahkan kertas itu ke ketua kongres, Soegondo Djojopoespito, yang duduk di sebelahnya.
“Saya punya rumusan resolusi yang elegan,” kata Yamin sembari berbisik ke Soegondo. Menerima kertas dari Yamin, sang ketua langsung membaca isinya. Tak lama, kemudian ia memandang Yamin. Yang dilihat membalas dengan senyuman.
Tanpa komentar, Soegondo memparaf rancangan dari Yamin. Lalu ia teruskan carikan kertas itu ke Amir Sjarifuddin. Awalnya Amir sempat bingung. Dia pandang Soegondo dengan tatapan bertanya-tanya. Soegondo kemudian menjawab dengan anggukan.
“Amir pun memberikan paraf, setuju. Dua paraf itu diikuti dengan tanda setuju dari seluruh utusan organisasi pemuda.” Awalnya, perjanjian itu tak bernama Sumpah Pemuda, melainkan Ikrar Pemuda. Dan Yamin lah yang mengubah kata ikrar menjadi sumpah. Dan isinya adalah,
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Sumber : TEMPO.CO, Jakarta
Semangat dan Ikrar Sumpah pemuda ini sejatinya harus tetap tertanam dalam hati sanubari kita, sehingga kita menjadi bangsa yang kuat karena persatuan dan kesatuanya, bukan bangsa mudah dipecah belah karena lebih mementingkan diri atau kelompok.
jika kita melihat perkembangan kehidupan berbangsa saat ini, nilai persatuan dan kesatuan kita sudah mulai terkikis, kita lihat saja banyak oknum pejabat lebih mementingkan diri dengan sadis mengkorupsi uang rakyat, yang diberi kewenangan bertindak sewenang- wenang, yang diberi kuasa sok kuasa bertindak semena mena, terasa sudah biasa menyogok jika ingin dapat kenyamanan dan kemudahan, yang mendapat sogok an dengan senang hati membela kepentingan si penyogok walaupun dengan sebungkus rokok atau sebungkus kue.
jika sudah seperti itu kelakuan kita, maka kitalah penghancur persatuan dan kesatuan. karena dengan demikian maka muncullah blok-blok yang minimal terdiri dari blok serakah dan blok yang diserakahi dan merka masing-masing ingin membela bloknya.
blok serakah kalian adalah penghianat!!! kalian menghianati perjuangan para pahlawan terdahulu yang bersusah payah mempersatukan bangsa ini.
dapatkah peringatan sumpah pemuda ini menjadi momentum untuk kita berubah tidak berhianat lagi, menjadi pejuang atau paling tidak menjaga hasil perjuangan.
Untuk renungan Pribadi! dibagi kali - kali bermanfaat untuk yang lain
Sebagai bentuk menyambut hari Sumpah Pemuda
Selasa, 20 Oktober 2015
Minggu, 14 Juni 2015
Puisi Agama
PUJIAN DAN HINAAN
Karya : Indra
Antara pujian dan hinaan
Dua ungkapan yang keluar dari
lisan manusia
Perbedaan antara pujian dan
hinaan adalah tipis
Kenapa aku mempertebalnya.
Kenapa aku begitu riang jika
dipuji
Aku tersinggung dan marah jika
dihina
Padahal pujian dan hinaan hampir
tidak berbeda
Pujian yang didapat hanya karena anugrahNya semata
Bukankah setiap pujian orang,
belum tentu murni dari hatinya
Hinaan mereka belum tentu sesuai
dengan faktanya
Hampir – hampir tidak berbeda.
Pujian mestinya milik DIA semata
Hinaan mestinya momentum untuk
berubah
Berubah lebih baik, lebih, lebih,
dan lebih baik
Baik sikap karena baik jiwa
Orang baik yang tidak mengharap
pujian
Orang baik yang tidak berbuat
semena mena
Orang baik itu bijaksana menyikapi
hinaan
Terbuai karena pujian adalah
kelalaian
Tersinggung karena hinaan adalah
kelalaian
Marah karena hinaan adalah lalai
selalai lalainya
Tolong hamba ketika lalai
Ingatkan hamba ketika lalai
Jadikan hamba insan yang selalu
ingat
Ingat selalu meski dalam kemelut
dan riuh
Ingat selalu meski dalam sepi dan
sunyi
Ingat sebenar-benarnya ingat
Ingat dalam lahir
dan batin
Ingat pujian hanya baginya semata
Ingat pujian jangan menjadikanku
lalai
Ingat hinaan bukan apa – apa
Hinaan dan pujian menjadikan kita
tetap betaqwa
Bertaqwa dalam ingat
Bukan bertaqwa dengan lalai
Bukan pula bertaqwa mengharap
pujian
Karena pujian hanya bagiNya
semata
Jumat, 29 Mei 2015
SUKSES MENGHADAPI UJIAN BAHASA
INDONESIA
DENGAN MENGUASAI DUA KETERAMPILAN BERBAHASA

OLEH : Indra, S.Pd*
Bidang studi Bahasa
Indonesia adalah salah saru bidang studi yang akan diujikan pada Ujian Sekolah
bersekala nasional. Penting bagi guru, siswa, dan orang tua untuk memahami
materi apa saja yang akan diujikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia tersebut.
Sebagai informasi khususnya pada orang tua siswa, penulis akan mengidentifikasi
materi apa saja yang akan di bahas dan di ujikan pada pembelajaran bahasa
tersebut., dengan demikian orang tua dapat membantu dan memantau perkembangan
pembelajaran anak di sekolah utamanya ketika akan menghadapi ujian akhir nanti.
Belajar berhasa
Indonesia, adalah belajar tentang empat keterampilan berbahasan , apa saja
empat keterampilan bahasa tersebut, berikut uraian singkat tentang empat
keterampilan berbahasa itu dan yang aka di ajarkan dan dipersiapkan untuk
mengadapi ujian berskala nasional pada tahun ini.
Pada implementasi
kurikulum pembelajaran Bidang Studi Bahasa Indonesia, dimulai dari Kurikulum
terdahulu sampai sekarang, senantiasa mengembangkan empat aspek keterampilan
berbahasa siswa. yaitu Keterampilan menyimak, berbicara, membaca , dan menulis.
a. Keterampilan menyimak atau
mendengarkan adalah upaya memahami ujaran – ujaran bahasa sekaligus memahami
maknanya, bukan sekedar mendengarkan seperti mendengarkan kaleng jatuh dan
bunyi – bunyian lain yang tidak mengandung arti.
b. Kerterampilan berbicara, yang
dimaksud disini adalah 3 jenis keterampilan berbicara yang dikutip dari
beberapa sumber meliputi :
1.
Bebicara interaktif , adalah berbicara secara tatap
muka, ada hubungan aksi dan reaksi antara pembicara dan pendengar. Kemudian
seiring dengan perkembangan teknologi pembicaraan interaktif dapat dilakukan
melalui alat komunikasi, jaringan internet dan sebagainya.
2. Berbicara Semi interaktif, sebagai mana dikutif dari buku “keterampilan berbahasa
Indonesia”. Yang ditulis Yeti Mulyati, dkk. Mengatkan yang dimaksud berbicara
semi interaktif adalah berbicara dengan audiens tetapi tidak ada tanggapan
secara lansung oleh audiens tersebut, pembicaraan hanya dapat melihat reaksi pandangan dari ekspresi wajah
dan bahasa tubuh mereka. Contohnya berpidato di depan umum secara lansung.
3. Berbicara noniteraktif adajuga jenis berbicara yang digolongkan
kedalam bentuk berbicara nonineraktif yaitu berbicara tidak ada tanggapan
secara verbal, contohnya berbicara melalu radio dan televisi.
c. Keterampilan Membaca, adalah
keterampilan bahasa yang bukan hanya, sekedar pengucapan kata atau kalimat
dalam bahasa tulis, tetapi sekaligus dapat memahami bahasa tulisan tersebut.
d. Keterampilan menulis, adalah
mengungkapkan pikiran dalam kerangka
tulis yang terstruktur, bukan menulis yang hanya menyalin kata – kata
atau kalimat dalam ucapan ataupun dalam bacaan.
Dari ke
empat keterampilan berbahasa yang dijabarkan tadi pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar
utamanya untuk kelas tinggi ( kelas 4 s/d 6 ),
bentuk implementasinya pembelajaran pada tingkat dasar tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Untuk keterampilan menyimak atau
mendengarkan pembelajaran mengarah pada kemampuan siswa berupa : mengidentifikasi tokoh, watak, latar, tema
dan menentukan amanat dari sebuah bacaan berupa wacana maupun sebuah kisah cerita yang di ceritakan oleh guru.
2. Pada keterampilan berbicara muatan pembelajarannya dapat
mengarah pada kemampuan siswa berupa penyampaian pesan / informasi yang
diperoleh dari berbagai media dengan bahasa yang runtut, baik dan benar,
presentasi didepan kelas atau pidato – pidato ringan yang singkat.
3. Dan untuk keterampilan membaca,
pembelajarannya menggunakan materi bacaan laporan bacaan , cerita, puisi dan
aneka bacaan lainnya pada tujuannya siswa diharapkan dapat membaca sebuah
laporan hasil pengamatan dan memahami bagian – bagian laporan tersebut, pada bacaan cerita atau puisi siswa dapat
bercerita dengan membaca dengan penggunaan tanda baca dan intonasi yang benar.
4. Kemudian untuk keterampilan menulis
lebih mengarahkan siswa pada pembelajaran berupa membuat ringkasan dari teks
yang dibaca atau didengar, membuat karangan pendek berupa, cerita pengalaman,
puisi dan sebagainya.
Menghadapi Ujian
Dan untuk menghadapi
ujian akhir sekolah sekala nasional pada tahun pelajaran ini, pengukuran
standard kelulusan untuk pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan Kisi –
kisi ujian Nasional SD/MI tahun pelajaran 2012 / 2013. Hal ini disampaikan oleh
“ Ibu Rahmah Zulaiha “ dari Kementerian Nasional Pendidikan , pada acara pembukaan penulisan naskah soal
ujian sekolah sekala nasional di pontianak awal maret lalu, yang kebetulan
penulis juga hadir sebagai anggota Tim pembuat soal pada kegiatan tersebut.
Pada kegiatan itu pula memperjelas pelaksanaan ujian nasional pada tahu
pelajaran ini yang masih mengacu pada kisi – kisi ujian tahun lalu. Dan adapun keterampilan berbahasa yang diukur pada pembelajaran bahasa Indonesia
sesuai dengan kisi – kisi itu meliputi keterampilan membaca dan menulis.
1. Keterampilan membaca. Yang itu mengukur Kompetensi siswa terhadap
membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman,
petunjuk pemakaian, ringkasan, makna kata, dan rubric khusus, serta berbagai
karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak.
2. Keterampilan menulis. Pada keterampilan menulis mengukur siswa terhadap kemampuan mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan informasi dalam
bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian, surat, pengumuman, dialog,
formulir, teks pidato, laporan dan ringkasan dengan menggunakan ejaan dengan
pilihan kata yang tepat; menulis berbagai karya sastra untuk berbagai cerita,
puisi, paraphrase, dan pantun.
Untuk lebih jelas berikut disajikan
kisi – kisi tersebut , yang tentu menjadi acuan bagi guru sekolah dasar untuk
menghadapai ujian sekolah berstandar nasional pada tahun ini. Kisi – kisi ini
diambil dari internet ( Uasbn.com)
sebagai berikut :
|
No
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
|
1
|
Membaca
Membaca berbagai teks nonsastra berupa
teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk, pemakaian, ringkasan, makna
kata, dan rubik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng,
cerita anak, dan drama anak.
|
Disajikan teks 3-4 paragraf, siswa
dapat :
· Menjawab pertanyaan dengan kata Tanya(apa, siapa,
bagaimana, atau mengapa )
· Membuat kalimat Tanya sesuai dengan isi salah satu
paragraph
· Menentukan ide pokok salah satu paragraf
· Menentukan kalimat yang sesuai dengan salah satu
paragraf.
|
|
Disajikan petunjuk penggunaan obat,
siswa dapat menjelaskan penggunaan obat sesuai dengan tingkat umur.
|
||
|
|
Disajikan petunjuk penggunaan sebuah
produk yang diacak, siswa dapat mengurutkan dengan susunan yang tepat.
|
|
|
|
|
Disajikan cuplikan rubrik khusus surat
pembaca, siswa dapat menentukan kalimat saran dengan tepat.
|
|
|
|
Disajikan cuplikan pengumuman, siswa
dapat menentukan isisnya.
|
|
|
|
Disajikan teks drama, siswa dapat :
· Menentukan tokoh utama
· Menentukan latar
· Menentukan amanatnya.
|
|
|
|
Disajikan paragraf yang terdiri atas 4
kalimat, siswa dapat menentukan kalimat utamanya.
|
|
|
|
Disajika teks percakapan, siswa dapat
menyimpulkan isinya.
|
|
|
|
Disajikan sebuah paragraf , siswa
dapat :
· Menyusun pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf
· Mengartikan salah satu kata sandi dalam kalimat.
· Menentukan antonim salah satu kata yang terdapat di
dalam paragraf.
|
|
|
|
Siswa dapat menentukan pribahasa
sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.
|
|
|
|
Disajikan pantun, siswa dapat
menentukan pesan yang terkandung didalamnya.
|
|
|
|
Disajikan dua teks siswa dapat
menentukan persamaannya.
|
|
|
|
Disajikan jadwal perjalanan beberapa
kendaraan berbagai jurusan, siswa dapat :
· Membuat pertanyaan sesuai isi jadwal
· Menentukan kendaraan tetentu yang
tepat sesuai tujuan.
|
|
|
|
Disajikan puisi, siswa dapat
menentukan isi maksud yang terkandung di dalamnya.
|
|
|
|
Disajikan cuplikan cerita anak, siswa
dapat menyimpulkan isinya.
|
|
|
|
Disajikan cuplikan laporan, siswa
dapat :
· Menentukan isinya.
· Memperbaiki kalimat yang salah strukturnya.
|
|
|
|
Disajikan percakapan dua atau tiga
orang, siswa dapat menentukan topiknya.
|
|
|
|
Disajikan teks satu paragraf, siswa
dapat :
· Menentukan ringkasannya.
· Menentukan temanya.
· Menentukan pesan yang terkandung di dalamnya.
|
|
|
|
Disajikan teks puisi pendek , siswa
dapat :
· Menentukan pertanyaan sesuaidengan isi puisi.
· Menentukan makna kata pada puisi yang disajikan.
|
|
|
||
|
No
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
|
2
|
Menulis
Mengungkapkan pikiran perasaan dan
informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian , surat ,
pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, dan ringkasan, dengan
menggunakan ejaan dan pilihan kata
|
Disajikan petunjuk cara membuat
sesuatu yang di acak, siswa dapat mengurutkan sehingga menjadi sebuah
petunjuk yang runtut
|
|
Disajikan empat kalimat yang disusun secara acak, siswa dapat
mengurutkan sehingga menjadi paragraf yang padu.
|
||
|
Disajikan dua kalimat tunggal, siswa
dapat menggabungkan dengan kata hubung yang tepat.
|
||
|
Disajikan kalimat rumpang, siswa dapat
melengkapi dengan kata hubung yang tepat penulisannya.
|
||
|
Disajikan surat undangan suatu
kegiatan yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat efektif
yang tepat.
|
||
|
Siswa dapat menentukan tanda baca pada
kalimat surat yang disajikan.
|
||
|
Disajikan cuplikan pengumuman yang
belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan pilihan kata yang tepat.
|
||
|
Disajikan dialog antara dua atau tiga
orang yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
|
||
|
Disajikan formulir dan ilustrasi,
siswa dapat melengkapi formulir sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.
|
||
|
Disajikan teks pidato yang belum
lengkap, siswa dapat :
· Melengkapi dengan kalimat ajakan yang tepat.
· Memperbaiki kalimat yang ejaannya salah.
|
||
|
Disajikan surat resmi yang di dalamnya
terdapat kata yang tidak tepat, siswa dapat memperbaikinya dengan kata yang
sesuai orang yang dituju.
|
||
|
Disajikan cuplikan laporan, siswa
dapat membetulkan ejaan yang salah
|
||
|
Disajikan laporan yang dirumpangkan,
siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
|
||
|
Disaikan sebuah pantun yang belum
lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
|
||
|
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat
menyusun sebuah paragraf yang sesuai dengan maksud gambar.
|
||
|
Disajikan paragraf rumpang, siswa
dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
|
||
Kisi – kisi yang tersebut di atas akan
menjadi acuan guru dan siswa untuk menghadapi ujian akhir sekala nasional untuk
bidang studi Bahasa Indonesia, yang mana pada kisi – kisi tersebut hanya
terdapat dua keterampilan bahasa yang tergambar pada Standar kompetensi beserta indikatornya, yaitu keterampilan
membaca dan menulis
Siswa akan berhasil ( lulus ) pada ujian sekolah
berstandar nasional pada pembelajaran
Bahasa Indonesia ini, jika mampu
menguasai Kompetensi dengan semua indikator yang tersebut di atas. Dengan
bimbingan guru, orang tua dan kemauan belajar dari siswa semua kompetensi
tersebut diatas pasti dengan mudah dapat dikuasai oleh siswa, dan itu berarti
jaminan bagi guru dan siswa untuk percaya diri menghadapi ujian.*
Langganan:
Postingan (Atom)
