Selasa, 27 Oktober 2015

Memperingati Hari sumpah pemuda

      Hari Sumpah Pemuda


       Sejarah bangsa Indonesia mencatat, bahwa para pemudalah yang ikut andil dalam menggerakan perjuangan bangsa agar terbebas dari segala bentuk penjajahan, kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. dengan mempersatukan semangat kedaerahan waktu itu sebut saja pemuda - pemuda di masa itu salah satunya adalah Mohammad Yamin.

      Dalam Kongres Pemuda II, Yamin memiliki peran penting. Di hadapan ribuan pemuda dari pelbagai daerah, ia berpidato pemberi semangat perjuangan. Tak cuma itu, Yamin juga ikut dalam rapat marathon yang digelar Sabtu sore hingga Ahad malam, 27-28 Oktober 1928. Ia ikut urun rembuk bersama utusan dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan lainnya.

       Dari hasil diskusi itu, para pemuda sepakat untuk mencetuskan Ikrar pamuda. Yamin-lah yang bertugas meramu rumusannya. “Rancangan sumpah itu ditulis Yamin sewaktu Mr Sunario berpidato di sesi terakhir kongres,” tulis Majalah Tempo edisi 2 November 2008 dalam artikel "Secarik Kertas untuk Indonesia". “Dalam kongres, Yamin menjabat sebagai sekretaris.”

       Tak perlu lama bagi Yamin untuk menumpahkan buah pikirannya. Belum lagi Mr Sunario selesai berpidato, rumusan ikrar sudah diselesaikan Yamin. Ia pun serahkan kertas itu ke ketua kongres, Soegondo Djojopoespito, yang duduk di sebelahnya.

   “Saya punya rumusan resolusi yang elegan,” kata Yamin sembari berbisik ke Soegondo. Menerima kertas dari Yamin, sang ketua langsung membaca isinya. Tak lama, kemudian ia memandang Yamin. Yang dilihat membalas dengan senyuman.

      Tanpa komentar, Soegondo memparaf rancangan dari Yamin. Lalu ia teruskan carikan kertas itu ke Amir Sjarifuddin. Awalnya Amir sempat bingung. Dia pandang Soegondo dengan tatapan bertanya-tanya. Soegondo kemudian menjawab dengan anggukan.

       “Amir pun memberikan paraf, setuju. Dua paraf itu diikuti dengan tanda setuju dari seluruh utusan organisasi pemuda.” Awalnya, perjanjian itu tak bernama Sumpah Pemuda, melainkan Ikrar Pemuda. Dan Yamin lah yang mengubah kata ikrar menjadi sumpah. Dan isinya adalah,

Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
                                                                                                Sumber : TEMPO.CO, Jakarta

       Semangat dan Ikrar Sumpah pemuda ini sejatinya harus tetap tertanam dalam hati sanubari kita, sehingga kita menjadi bangsa yang kuat karena persatuan dan kesatuanya, bukan bangsa mudah dipecah belah karena lebih mementingkan diri atau kelompok.

      jika kita melihat perkembangan kehidupan berbangsa saat ini, nilai persatuan dan kesatuan kita sudah mulai terkikis, kita lihat saja banyak oknum pejabat lebih mementingkan diri dengan sadis mengkorupsi uang rakyat, yang diberi kewenangan bertindak sewenang- wenang, yang diberi kuasa sok kuasa bertindak semena mena, terasa sudah biasa menyogok jika ingin dapat kenyamanan dan kemudahan, yang mendapat sogok an dengan senang hati membela kepentingan si penyogok walaupun dengan sebungkus rokok atau sebungkus kue.

       jika sudah seperti itu kelakuan kita, maka kitalah penghancur persatuan dan kesatuan. karena dengan demikian maka muncullah blok-blok yang minimal terdiri dari blok serakah dan blok yang diserakahi dan merka masing-masing ingin membela bloknya. 

blok serakah kalian adalah penghianat!!! kalian menghianati perjuangan para pahlawan terdahulu yang bersusah payah mempersatukan bangsa ini.

dapatkah peringatan sumpah pemuda ini menjadi momentum untuk kita berubah tidak berhianat lagi, menjadi pejuang atau paling tidak menjaga hasil perjuangan.

Untuk renungan Pribadi! dibagi kali - kali bermanfaat untuk yang lain 

Sebagai bentuk menyambut hari Sumpah Pemuda 





Minggu, 14 Juni 2015

Puisi Agama



PUJIAN DAN HINAAN

Karya : Indra

Antara pujian dan hinaan
Dua ungkapan yang keluar dari lisan manusia
Perbedaan antara pujian dan hinaan adalah tipis
Kenapa aku mempertebalnya.

Kenapa aku begitu riang jika dipuji
Aku tersinggung dan marah jika dihina
Padahal pujian dan hinaan hampir tidak berbeda

 Pujian yang didapat  hanya karena anugrahNya semata
Bukankah setiap pujian orang, belum tentu murni dari hatinya
Hinaan mereka belum tentu sesuai dengan faktanya
Hampir – hampir tidak berbeda.

Pujian mestinya milik DIA  semata
Hinaan mestinya momentum untuk berubah
Berubah lebih baik, lebih, lebih, dan lebih baik 
Baik sikap karena baik jiwa

Orang baik yang tidak mengharap pujian
Orang baik yang tidak berbuat semena mena
Orang baik itu bijaksana menyikapi hinaan

Terbuai karena pujian adalah kelalaian
Tersinggung karena hinaan adalah kelalaian
Marah karena hinaan adalah lalai selalai lalainya

Tolong hamba ketika lalai
Ingatkan hamba ketika lalai
Jadikan hamba insan yang selalu ingat

Ingat selalu meski dalam kemelut dan riuh
Ingat selalu meski dalam sepi dan sunyi
Ingat sebenar-benarnya  ingat
Ingat dalam lahir dan batin                                                                                        

Ingat pujian hanya baginya semata
Ingat pujian jangan menjadikanku lalai
Ingat hinaan bukan apa – apa

Hinaan dan pujian menjadikan kita tetap betaqwa
Bertaqwa dalam ingat
Bukan bertaqwa dengan lalai
Bukan pula bertaqwa mengharap pujian
Karena pujian hanya bagiNya semata

Jumat, 29 Mei 2015



SUKSES MENGHADAPI UJIAN  BAHASA INDONESIA
DENGAN MENGUASAI DUA KETERAMPILAN BERBAHASA
OLEH : Indra, S.Pd*
Bidang studi Bahasa Indonesia adalah salah saru bidang studi yang akan diujikan pada Ujian Sekolah bersekala nasional. Penting bagi guru, siswa, dan orang tua untuk memahami materi apa saja yang akan diujikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Sebagai informasi khususnya pada orang tua siswa, penulis akan mengidentifikasi materi apa saja yang akan di bahas dan di ujikan pada pembelajaran bahasa tersebut., dengan demikian orang tua dapat membantu dan memantau perkembangan pembelajaran anak di sekolah utamanya ketika akan menghadapi ujian akhir nanti.
Belajar berhasa Indonesia, adalah belajar tentang empat keterampilan berbahasan , apa saja empat keterampilan bahasa tersebut, berikut uraian singkat tentang empat keterampilan berbahasa itu dan yang aka di ajarkan dan dipersiapkan untuk mengadapi ujian berskala nasional pada tahun ini.
Pada implementasi kurikulum pembelajaran Bidang Studi Bahasa Indonesia, dimulai dari Kurikulum terdahulu sampai sekarang, senantiasa mengembangkan empat aspek keterampilan berbahasa siswa. yaitu Keterampilan menyimak, berbicara, membaca , dan menulis.
a.      Keterampilan menyimak atau mendengarkan adalah upaya memahami  ujaran – ujaran bahasa sekaligus memahami maknanya, bukan sekedar mendengarkan seperti mendengarkan kaleng jatuh dan bunyi – bunyian lain yang tidak mengandung arti.
b.      Kerterampilan berbicara, yang dimaksud disini adalah 3 jenis keterampilan berbicara yang dikutip dari beberapa sumber  meliputi :
1.      Bebicara interaktif , adalah berbicara secara tatap muka, ada hubungan aksi dan reaksi antara pembicara dan pendengar. Kemudian seiring dengan perkembangan teknologi pembicaraan interaktif dapat dilakukan melalui alat komunikasi, jaringan internet dan sebagainya.
2.      Berbicara Semi interaktif, sebagai mana dikutif dari buku “keterampilan berbahasa Indonesia”. Yang ditulis Yeti Mulyati, dkk. Mengatkan yang dimaksud berbicara semi interaktif adalah berbicara dengan audiens tetapi tidak ada tanggapan secara lansung oleh audiens tersebut, pembicaraan hanya dapat  melihat reaksi pandangan dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Contohnya berpidato di depan umum secara lansung.
3.      Berbicara  noniteraktif  adajuga jenis berbicara yang digolongkan kedalam bentuk berbicara nonineraktif yaitu berbicara tidak ada tanggapan secara verbal, contohnya berbicara melalu radio dan televisi.
c.       Keterampilan Membaca, adalah keterampilan bahasa yang bukan hanya, sekedar pengucapan kata atau kalimat dalam bahasa tulis, tetapi sekaligus dapat memahami bahasa tulisan tersebut.
d.      Keterampilan menulis, adalah mengungkapkan pikiran dalam kerangka  tulis yang terstruktur, bukan menulis yang hanya menyalin kata – kata atau kalimat dalam ucapan ataupun dalam bacaan.
Dari ke empat keterampilan berbahasa yang dijabarkan tadi  pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar utamanya untuk kelas tinggi ( kelas 4 s/d 6 ),  bentuk implementasinya pembelajaran pada tingkat dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Untuk keterampilan menyimak atau mendengarkan pembelajaran mengarah pada kemampuan siswa berupa :  mengidentifikasi tokoh, watak, latar, tema dan menentukan amanat dari sebuah bacaan berupa wacana maupun sebuah kisah  cerita yang di ceritakan oleh guru.
2.      Pada keterampilan  berbicara muatan pembelajarannya dapat mengarah pada kemampuan siswa berupa penyampaian pesan / informasi yang diperoleh dari berbagai media dengan bahasa yang runtut, baik dan benar, presentasi didepan kelas atau pidato – pidato ringan yang singkat.
3.      Dan untuk keterampilan membaca, pembelajarannya menggunakan materi bacaan laporan bacaan , cerita, puisi dan aneka bacaan lainnya pada tujuannya siswa diharapkan dapat membaca sebuah laporan hasil pengamatan dan memahami bagian – bagian laporan tersebut,  pada bacaan cerita atau puisi siswa dapat bercerita dengan membaca dengan penggunaan tanda baca dan intonasi yang benar.
4.      Kemudian untuk keterampilan menulis lebih mengarahkan siswa pada pembelajaran berupa membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau didengar, membuat karangan pendek berupa, cerita pengalaman, puisi dan sebagainya.
Menghadapi Ujian
Dan untuk menghadapi ujian akhir sekolah sekala nasional pada tahun pelajaran ini, pengukuran standard kelulusan untuk pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan Kisi – kisi ujian Nasional SD/MI tahun pelajaran 2012 / 2013. Hal ini disampaikan oleh “ Ibu Rahmah Zulaiha “ dari Kementerian Nasional Pendidikan , pada acara pembukaan penulisan naskah soal ujian sekolah sekala nasional di pontianak awal maret lalu, yang kebetulan penulis juga hadir sebagai anggota Tim pembuat soal pada kegiatan tersebut. Pada kegiatan itu pula memperjelas pelaksanaan ujian nasional pada tahu pelajaran ini yang masih mengacu pada kisi – kisi ujian tahun lalu.  Dan adapun keterampilan berbahasa yang  diukur pada pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan kisi – kisi itu meliputi keterampilan membaca dan menulis.
1.      Keterampilan membaca.  Yang itu mengukur Kompetensi siswa terhadap membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk pemakaian, ringkasan, makna kata, dan rubric khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak. 
2.      Keterampilan menulis.  Pada keterampilan menulis mengukur  siswa terhadap kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan dan ringkasan dengan menggunakan ejaan dengan pilihan kata yang tepat; menulis berbagai karya sastra untuk berbagai cerita, puisi, paraphrase, dan pantun.
Untuk lebih jelas berikut disajikan kisi – kisi tersebut , yang tentu menjadi acuan bagi guru sekolah dasar untuk menghadapai ujian sekolah berstandar nasional pada tahun ini. Kisi – kisi ini diambil dari internet ( Uasbn.com) sebagai berikut :
No
KOMPETENSI
INDIKATOR

1
Membaca
Membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk, pemakaian, ringkasan, makna kata, dan rubik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak.
Disajikan teks 3-4 paragraf, siswa dapat :
·      Menjawab pertanyaan dengan kata Tanya(apa, siapa, bagaimana, atau mengapa )
·      Membuat kalimat Tanya sesuai dengan isi salah satu paragraph
·      Menentukan ide pokok salah satu paragraf
·      Menentukan kalimat yang sesuai dengan salah satu paragraf.
Disajikan petunjuk penggunaan obat, siswa dapat menjelaskan penggunaan obat sesuai dengan tingkat umur.

Disajikan petunjuk penggunaan sebuah produk yang diacak, siswa dapat mengurutkan dengan susunan yang tepat.


Disajikan cuplikan rubrik khusus surat pembaca, siswa dapat menentukan kalimat saran dengan tepat.


Disajikan cuplikan pengumuman, siswa dapat menentukan isisnya.


Disajikan teks drama, siswa dapat :
·      Menentukan tokoh utama
·      Menentukan latar
·      Menentukan amanatnya.


Disajikan paragraf yang terdiri atas 4 kalimat, siswa dapat menentukan kalimat utamanya.


Disajika teks percakapan, siswa dapat menyimpulkan isinya.


Disajikan sebuah paragraf , siswa dapat :
·      Menyusun pernyataan yang sesuai  dengan isi paragraf
·      Mengartikan salah satu kata sandi dalam kalimat.
·      Menentukan antonim salah satu kata yang terdapat di dalam paragraf.


Siswa dapat menentukan pribahasa sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.


Disajikan pantun, siswa dapat menentukan pesan yang terkandung didalamnya.


Disajikan dua teks siswa dapat menentukan persamaannya.


Disajikan jadwal perjalanan beberapa kendaraan berbagai jurusan, siswa dapat :
·      Membuat pertanyaan sesuai isi jadwal
·      Menentukan kendaraan tetentu  yang  tepat sesuai tujuan.


Disajikan puisi, siswa dapat menentukan isi maksud yang terkandung di dalamnya.


Disajikan cuplikan cerita anak, siswa dapat menyimpulkan isinya.


Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat :
·      Menentukan isinya.
·      Memperbaiki kalimat yang salah strukturnya.


Disajikan percakapan dua atau tiga orang, siswa dapat menentukan topiknya.


Disajikan teks satu paragraf, siswa dapat :
·      Menentukan ringkasannya.
·      Menentukan temanya.
·      Menentukan pesan yang terkandung di dalamnya.


Disajikan teks puisi pendek , siswa dapat :
·      Menentukan pertanyaan  sesuaidengan isi puisi.
·      Menentukan makna kata pada puisi yang disajikan.




No
KOMPETENSI
INDIKATOR
2
Menulis
Mengungkapkan pikiran perasaan dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian , surat , pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, dan ringkasan, dengan menggunakan ejaan dan pilihan kata
Disajikan petunjuk cara membuat sesuatu yang di acak, siswa dapat mengurutkan sehingga menjadi sebuah petunjuk yang runtut
Disajikan empat kalimat  yang disusun secara acak, siswa dapat mengurutkan sehingga menjadi paragraf yang padu.
Disajikan dua kalimat tunggal, siswa dapat menggabungkan dengan kata hubung yang tepat.
Disajikan kalimat rumpang, siswa dapat melengkapi dengan kata hubung yang tepat penulisannya.
Disajikan surat undangan suatu kegiatan yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat efektif yang tepat.
Siswa dapat menentukan tanda baca pada kalimat surat yang disajikan.
Disajikan cuplikan pengumuman yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan pilihan kata yang tepat.
Disajikan dialog antara dua atau tiga orang yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan formulir dan ilustrasi, siswa dapat melengkapi formulir sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.
Disajikan teks pidato yang belum lengkap, siswa dapat :
·      Melengkapi dengan kalimat ajakan yang tepat.
·      Memperbaiki kalimat yang ejaannya salah.
Disajikan surat resmi yang di dalamnya terdapat kata yang tidak tepat, siswa dapat memperbaikinya dengan kata yang sesuai orang yang dituju.
Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat membetulkan ejaan yang salah
Disajikan laporan yang dirumpangkan, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disaikan sebuah pantun yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat menyusun sebuah paragraf yang sesuai dengan maksud gambar.
Disajikan paragraf rumpang, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
      Kisi – kisi yang tersebut di atas akan menjadi acuan guru dan siswa untuk menghadapi ujian akhir sekala nasional untuk bidang studi Bahasa Indonesia, yang mana pada kisi – kisi tersebut hanya terdapat dua keterampilan bahasa yang  tergambar pada Standar kompetensi  beserta indikatornya, yaitu keterampilan membaca dan menulis
       Siswa akan berhasil ( lulus ) pada ujian sekolah  berstandar nasional pada pembelajaran Bahasa Indonesia ini,  jika mampu menguasai Kompetensi dengan semua indikator yang tersebut di atas. Dengan bimbingan guru, orang tua dan kemauan belajar dari siswa semua kompetensi tersebut diatas pasti dengan mudah dapat dikuasai oleh siswa, dan itu berarti jaminan bagi guru dan siswa untuk percaya diri menghadapi ujian.*