Jumat, 29 Mei 2015



SUKSES MENGHADAPI UJIAN  BAHASA INDONESIA
DENGAN MENGUASAI DUA KETERAMPILAN BERBAHASA
OLEH : Indra, S.Pd*
Bidang studi Bahasa Indonesia adalah salah saru bidang studi yang akan diujikan pada Ujian Sekolah bersekala nasional. Penting bagi guru, siswa, dan orang tua untuk memahami materi apa saja yang akan diujikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Sebagai informasi khususnya pada orang tua siswa, penulis akan mengidentifikasi materi apa saja yang akan di bahas dan di ujikan pada pembelajaran bahasa tersebut., dengan demikian orang tua dapat membantu dan memantau perkembangan pembelajaran anak di sekolah utamanya ketika akan menghadapi ujian akhir nanti.
Belajar berhasa Indonesia, adalah belajar tentang empat keterampilan berbahasan , apa saja empat keterampilan bahasa tersebut, berikut uraian singkat tentang empat keterampilan berbahasa itu dan yang aka di ajarkan dan dipersiapkan untuk mengadapi ujian berskala nasional pada tahun ini.
Pada implementasi kurikulum pembelajaran Bidang Studi Bahasa Indonesia, dimulai dari Kurikulum terdahulu sampai sekarang, senantiasa mengembangkan empat aspek keterampilan berbahasa siswa. yaitu Keterampilan menyimak, berbicara, membaca , dan menulis.
a.      Keterampilan menyimak atau mendengarkan adalah upaya memahami  ujaran – ujaran bahasa sekaligus memahami maknanya, bukan sekedar mendengarkan seperti mendengarkan kaleng jatuh dan bunyi – bunyian lain yang tidak mengandung arti.
b.      Kerterampilan berbicara, yang dimaksud disini adalah 3 jenis keterampilan berbicara yang dikutip dari beberapa sumber  meliputi :
1.      Bebicara interaktif , adalah berbicara secara tatap muka, ada hubungan aksi dan reaksi antara pembicara dan pendengar. Kemudian seiring dengan perkembangan teknologi pembicaraan interaktif dapat dilakukan melalui alat komunikasi, jaringan internet dan sebagainya.
2.      Berbicara Semi interaktif, sebagai mana dikutif dari buku “keterampilan berbahasa Indonesia”. Yang ditulis Yeti Mulyati, dkk. Mengatkan yang dimaksud berbicara semi interaktif adalah berbicara dengan audiens tetapi tidak ada tanggapan secara lansung oleh audiens tersebut, pembicaraan hanya dapat  melihat reaksi pandangan dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Contohnya berpidato di depan umum secara lansung.
3.      Berbicara  noniteraktif  adajuga jenis berbicara yang digolongkan kedalam bentuk berbicara nonineraktif yaitu berbicara tidak ada tanggapan secara verbal, contohnya berbicara melalu radio dan televisi.
c.       Keterampilan Membaca, adalah keterampilan bahasa yang bukan hanya, sekedar pengucapan kata atau kalimat dalam bahasa tulis, tetapi sekaligus dapat memahami bahasa tulisan tersebut.
d.      Keterampilan menulis, adalah mengungkapkan pikiran dalam kerangka  tulis yang terstruktur, bukan menulis yang hanya menyalin kata – kata atau kalimat dalam ucapan ataupun dalam bacaan.
Dari ke empat keterampilan berbahasa yang dijabarkan tadi  pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar utamanya untuk kelas tinggi ( kelas 4 s/d 6 ),  bentuk implementasinya pembelajaran pada tingkat dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Untuk keterampilan menyimak atau mendengarkan pembelajaran mengarah pada kemampuan siswa berupa :  mengidentifikasi tokoh, watak, latar, tema dan menentukan amanat dari sebuah bacaan berupa wacana maupun sebuah kisah  cerita yang di ceritakan oleh guru.
2.      Pada keterampilan  berbicara muatan pembelajarannya dapat mengarah pada kemampuan siswa berupa penyampaian pesan / informasi yang diperoleh dari berbagai media dengan bahasa yang runtut, baik dan benar, presentasi didepan kelas atau pidato – pidato ringan yang singkat.
3.      Dan untuk keterampilan membaca, pembelajarannya menggunakan materi bacaan laporan bacaan , cerita, puisi dan aneka bacaan lainnya pada tujuannya siswa diharapkan dapat membaca sebuah laporan hasil pengamatan dan memahami bagian – bagian laporan tersebut,  pada bacaan cerita atau puisi siswa dapat bercerita dengan membaca dengan penggunaan tanda baca dan intonasi yang benar.
4.      Kemudian untuk keterampilan menulis lebih mengarahkan siswa pada pembelajaran berupa membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau didengar, membuat karangan pendek berupa, cerita pengalaman, puisi dan sebagainya.
Menghadapi Ujian
Dan untuk menghadapi ujian akhir sekolah sekala nasional pada tahun pelajaran ini, pengukuran standard kelulusan untuk pembelajaran bahasa Indonesia masih menggunakan Kisi – kisi ujian Nasional SD/MI tahun pelajaran 2012 / 2013. Hal ini disampaikan oleh “ Ibu Rahmah Zulaiha “ dari Kementerian Nasional Pendidikan , pada acara pembukaan penulisan naskah soal ujian sekolah sekala nasional di pontianak awal maret lalu, yang kebetulan penulis juga hadir sebagai anggota Tim pembuat soal pada kegiatan tersebut. Pada kegiatan itu pula memperjelas pelaksanaan ujian nasional pada tahu pelajaran ini yang masih mengacu pada kisi – kisi ujian tahun lalu.  Dan adapun keterampilan berbahasa yang  diukur pada pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan kisi – kisi itu meliputi keterampilan membaca dan menulis.
1.      Keterampilan membaca.  Yang itu mengukur Kompetensi siswa terhadap membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk pemakaian, ringkasan, makna kata, dan rubric khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak. 
2.      Keterampilan menulis.  Pada keterampilan menulis mengukur  siswa terhadap kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi  dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan dan ringkasan dengan menggunakan ejaan dengan pilihan kata yang tepat; menulis berbagai karya sastra untuk berbagai cerita, puisi, paraphrase, dan pantun.
Untuk lebih jelas berikut disajikan kisi – kisi tersebut , yang tentu menjadi acuan bagi guru sekolah dasar untuk menghadapai ujian sekolah berstandar nasional pada tahun ini. Kisi – kisi ini diambil dari internet ( Uasbn.com) sebagai berikut :
No
KOMPETENSI
INDIKATOR

1
Membaca
Membaca berbagai teks nonsastra berupa teks sederhana, laporan, pengumuman, petunjuk, pemakaian, ringkasan, makna kata, dan rubik khusus, serta berbagai karya sastra berupa puisi, dongeng, cerita anak, dan drama anak.
Disajikan teks 3-4 paragraf, siswa dapat :
·      Menjawab pertanyaan dengan kata Tanya(apa, siapa, bagaimana, atau mengapa )
·      Membuat kalimat Tanya sesuai dengan isi salah satu paragraph
·      Menentukan ide pokok salah satu paragraf
·      Menentukan kalimat yang sesuai dengan salah satu paragraf.
Disajikan petunjuk penggunaan obat, siswa dapat menjelaskan penggunaan obat sesuai dengan tingkat umur.

Disajikan petunjuk penggunaan sebuah produk yang diacak, siswa dapat mengurutkan dengan susunan yang tepat.


Disajikan cuplikan rubrik khusus surat pembaca, siswa dapat menentukan kalimat saran dengan tepat.


Disajikan cuplikan pengumuman, siswa dapat menentukan isisnya.


Disajikan teks drama, siswa dapat :
·      Menentukan tokoh utama
·      Menentukan latar
·      Menentukan amanatnya.


Disajikan paragraf yang terdiri atas 4 kalimat, siswa dapat menentukan kalimat utamanya.


Disajika teks percakapan, siswa dapat menyimpulkan isinya.


Disajikan sebuah paragraf , siswa dapat :
·      Menyusun pernyataan yang sesuai  dengan isi paragraf
·      Mengartikan salah satu kata sandi dalam kalimat.
·      Menentukan antonim salah satu kata yang terdapat di dalam paragraf.


Siswa dapat menentukan pribahasa sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.


Disajikan pantun, siswa dapat menentukan pesan yang terkandung didalamnya.


Disajikan dua teks siswa dapat menentukan persamaannya.


Disajikan jadwal perjalanan beberapa kendaraan berbagai jurusan, siswa dapat :
·      Membuat pertanyaan sesuai isi jadwal
·      Menentukan kendaraan tetentu  yang  tepat sesuai tujuan.


Disajikan puisi, siswa dapat menentukan isi maksud yang terkandung di dalamnya.


Disajikan cuplikan cerita anak, siswa dapat menyimpulkan isinya.


Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat :
·      Menentukan isinya.
·      Memperbaiki kalimat yang salah strukturnya.


Disajikan percakapan dua atau tiga orang, siswa dapat menentukan topiknya.


Disajikan teks satu paragraf, siswa dapat :
·      Menentukan ringkasannya.
·      Menentukan temanya.
·      Menentukan pesan yang terkandung di dalamnya.


Disajikan teks puisi pendek , siswa dapat :
·      Menentukan pertanyaan  sesuaidengan isi puisi.
·      Menentukan makna kata pada puisi yang disajikan.




No
KOMPETENSI
INDIKATOR
2
Menulis
Mengungkapkan pikiran perasaan dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk pemakaian , surat , pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, dan ringkasan, dengan menggunakan ejaan dan pilihan kata
Disajikan petunjuk cara membuat sesuatu yang di acak, siswa dapat mengurutkan sehingga menjadi sebuah petunjuk yang runtut
Disajikan empat kalimat  yang disusun secara acak, siswa dapat mengurutkan sehingga menjadi paragraf yang padu.
Disajikan dua kalimat tunggal, siswa dapat menggabungkan dengan kata hubung yang tepat.
Disajikan kalimat rumpang, siswa dapat melengkapi dengan kata hubung yang tepat penulisannya.
Disajikan surat undangan suatu kegiatan yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat efektif yang tepat.
Siswa dapat menentukan tanda baca pada kalimat surat yang disajikan.
Disajikan cuplikan pengumuman yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan pilihan kata yang tepat.
Disajikan dialog antara dua atau tiga orang yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan formulir dan ilustrasi, siswa dapat melengkapi formulir sesuai dengan ilustrasi yang disajikan.
Disajikan teks pidato yang belum lengkap, siswa dapat :
·      Melengkapi dengan kalimat ajakan yang tepat.
·      Memperbaiki kalimat yang ejaannya salah.
Disajikan surat resmi yang di dalamnya terdapat kata yang tidak tepat, siswa dapat memperbaikinya dengan kata yang sesuai orang yang dituju.
Disajikan cuplikan laporan, siswa dapat membetulkan ejaan yang salah
Disajikan laporan yang dirumpangkan, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disaikan sebuah pantun yang belum lengkap, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
Disajikan gambar kegiatan, siswa dapat menyusun sebuah paragraf yang sesuai dengan maksud gambar.
Disajikan paragraf rumpang, siswa dapat melengkapi dengan kalimat yang tepat.
      Kisi – kisi yang tersebut di atas akan menjadi acuan guru dan siswa untuk menghadapi ujian akhir sekala nasional untuk bidang studi Bahasa Indonesia, yang mana pada kisi – kisi tersebut hanya terdapat dua keterampilan bahasa yang  tergambar pada Standar kompetensi  beserta indikatornya, yaitu keterampilan membaca dan menulis
       Siswa akan berhasil ( lulus ) pada ujian sekolah  berstandar nasional pada pembelajaran Bahasa Indonesia ini,  jika mampu menguasai Kompetensi dengan semua indikator yang tersebut di atas. Dengan bimbingan guru, orang tua dan kemauan belajar dari siswa semua kompetensi tersebut diatas pasti dengan mudah dapat dikuasai oleh siswa, dan itu berarti jaminan bagi guru dan siswa untuk percaya diri menghadapi ujian.*